Mengenal Sejarah Mi Instan di Osaka

MI instan menjadi bahan makanan yang dikonsumsi sebagian besar penduduk dunia karena alasan kepraktisan. So, tak ada ruginya mengintip sejarah mi instan di sebuah museum yang terletak di Osaka, Jepang.

Osaka merupakan kota terbesar ketiga di Jepang, dengan populasi 2,7 juta penduduk. Kota ini terletak di Pulau Honshu, di mulut sungai Yodo, Teluk Osaka, sebagai salah satu pusat industri dan pelabuhan utama di Jepang.

Kota Osaka dikenal sebagai “kota air” karena memiliki banyak sungai dan jembatan yang menjadi daya tarik wisatawan. Selain itu, ada lagi hal yang menarik sebagai tujuan wisata di Kota Osaka, yaitu Museum Mi Instan.

Museum ini bernama Momofuku Ando Instant Ramen. Museum yang didedikasikan untuk mi instan serta mie cup, yang ditemukan oleh pengusaha Taiwan-Jepang, Momofuku Ando. Mi instan merupakan makanan yang digemari oleh hampir seluruh penduduk dunia karena murah dan cepat penyajiannya.

Bila ditelusuri, mi instan ditemukan setelah Perang Dunia II. Saat itu, Amerika Serikat menyuplai roti untuk Jepang yang sedang kekurangan makanan akibat kalah perang. Namun ketika itu, roti bukanlah makanan yang dapat mengenyangkan warga Jepang. Saat itulah, Momofuku Ando memikirkan bagaimana cara membuat mi yang cepat saji karena pada saat itu mi merupakan bahan makanan yang butuh waktu lama untuk memasaknya.

Di Museum ini, pengunjung dapat melihat dan mengetahui sejarah mi instan sejak pertama kali ditemukan oleh Momofuku Ando, juga memerlihatkan mesin-mesin yang digunakannya ketika membuat mi instan untuk pertama kali.

Sejarah mi instan ini diperlihatkan dalam bentuk benda, video, dan permainan interaktif. Untuk memerlihatkan perkembangan mi instan, museum juga memiliki sebuah ruangan dengan dinding penuh display mi instan dari waktu ke waktu, dengan berbagai kemasan dan rasa yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Selain melihat sejarah mi instan, pengunjung juga dapat membuat mi instan sendiri dengan rasa yang dapat dipilih sesuka hati. Pertama, pengunjung akan dibawa untuk memilih rasa, kemudian staf museum akan menunjukkan langkah-langkah membuat mi instan hingga menjadi kemasan lalu dimasak, dan dapat dinikmati saat itu juga.

Hebatnya lagi, untuk memasuki museum ini tidak dikenakan biaya. Namun apabila ingin membeli video sejarah mi instan, Anda dikenai biaya sebesar 2.000 Yen (sekira Rp240 ribu). Museum mi instan ini sering kali menjadi tujuan utama mahasiswa dari Amerika Serikat yang ternyata sehari-harinya gemar mengkonsumsi mi instan karena murah.

http://travel.okezone.com/read/2012/01/05/409/552300/mengenal-sejarah-mi-instan-di-osaka

About ardynofian

nothink
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s